MATAHARI MELURUSKAN ARAH KIBLAT
DOI:
https://doi.org/10.52491/qowaid.v2i1.103Keywords:
Rashd; Kiblat; MatahariAbstract
Menghadap kiblat merupakan kewajiban bagi orang islam saat akan melaksanakan shalat, bahkam ia menjadi syarat sahnya shalat seseorang, sehingga shalat menjadi batal manakala seseorang sengaja tidak menghadapkan dirinya ke arah kiblat, akan tetapi permasalahan ni kurang mendapatkan perhatian yang serius dari kalangan masyarakat karena ketidaktahuannya atau karena adanya perbedaan pendapat perihal jihhad kiblat itu sendiri. Penelitian tentang metode penentuan arah kiblat sudah banyak dilakukan oleh masyarakatIndonesia khususnya dikalangan pegiat ilmu falak, akan tetapi penelitian yang kami lakukan lebih fokus dan sederhana dalam menentukannya, sehingga bagi masyarakat awam juga bisa melakukannya tanpa harus bersusah payah untuk menghitungnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka dapatdiketahui bahwa matahari dapat menjadi pedoman dalam penentuan arah kiblat secara akurat.Penentuan arah kiblat metode ini sering pula dikenal dengan sebutan rasydul qiblah, dimana penentuannya dibagi menjadi dua yaitu rasydul qiblah globaldan rasydul qiblah lokal,rashdul kiblat global waktunya hanya 2 kali dalam setahun yaitu pada tanggal 28 Mei dan 16 Juli. Sedangkan Rashdul kiblat lokal adalah salah satu metode pengukuran arah kiblat dengan memanfaatkan posisi matahari saat memotong jalur kiblat di suatu tempat tertentu.
References
Al-Jailani, Zubair Umar. Al-Khulasatul Wafiyah Fil Falak. Kudus: Menara Kudus, n.d.
Anugraha, Rinto. Mekanika Benda Langit. Yogyakarta: UGM, 2012.
Azhari, Susiknan. Ensiklopedi Hisab Rukyat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
Baalbaki, Rohi. Al-Maurid Al-Waseet. Lebanon: Beirut, 2004.
Butra-Butar, Habibullah Rintonga;Arwin Juli Rakhmadi. “Peran Ilmu Falak Dalam Masalah Arah Kiblat, Waktu Salat Dan Awal Bulan.” Al-Marshad 2, no. 2 (2016): 106–16.
Daud, Muhammad Kalam. Ilmu Falak Syari (Fiqih Dan Hisab Arah Kiblat, Waktu Shalat Dan Awal Bulan Kamariah). Banda Aceh: Fakultas Syariah dan Hukum UIN Arraniry, 2014.
Dkk, Achmad Jaelani. Hisab Rukyat Menghadap Kiblat, (Fiqih, Aplikasi, Praktis, Fatwa Dan Sofware). Semarang: PT Pustaka Riski Putra, 2012.
Habib, Sa‘di Abu. Al-Qamus Al-Fiqhi. 2.08. al-ishdar al-sani, n.d. http://www.shamela.ws.
Hambali, Slamet. “METODE PENGUKURAN ARAH KIBLAT DENGAN SEGITIGA SIKU-SIKU DARI BAYANGAN MATAHARI SETIAP SAAT.” IAIN Walisongo, 2011.
Izzuddin, Ahmad. Ilmu Falak Praktis (Metode Hisab Rukyat Praktis Dan Solusi Permasalahannya). 1st ed. Semarang: Komala Grafika, 2006.
Jamil, A. Ilmu Falak; Teori & Aplikasi. Edited by M.Ag Dr. Maskufa. 1st ed. Jakarta: AMZAH, 2009.
Jamil, A, Nurhayatun Mukminin, Stain Jurai, and Siwo Metro. “METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN POSISI MATAHARI (Rasydhul Qiblah Harian Sebagai Metode Mengukur Arah Kiblat).” Akademika 2, no. 1 (2019): 1–24.
Khazin, Muhyiddin. Ilmu Falak Teori Dan Praktik. Yogyakarta: Buana Pustaka, 2004.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. 1st ed. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.
Munawir, Ahmad Warson. Kamus Al-Munawir Arab-Indonesia Terlengkap. Surabaya: Pustaka Progresip, 1997.
Murtadlo. Ilmu Falak Praktis. Malang: UIN Malang Press, 2008.
Nawawi, Hadari. Penelitian Terapan. 1st ed. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2016.
Nurmila, Ila. “Metode Azimuth Kiblat Dan Rashdul Kiblat Dalam Penentuan Arah Kiblat.” Istinbath | Jurnal Penelitian Hukum Islam 15, no. 2 (2017): 191. https://doi.org/10.36667/istinbath.v15i2.26.
Qal‘aji, Muhammad. Mu’jam Lughat Al-Fuqaha. al-ishdar al-sani, n.d. http://www.shamela.ws.
RI, Depag. Pedoman Penentuan Arah Kiblat. 2nd ed. Jakarta: Departemen Agama, 1995.
Saitur Mahtir, Muhammad Saleh Ridwan. “Dinamika Penentuan Arah Kiblat Menggunakan Alat Klasik Dan Moderen Di Masjid Sultan Alauddin Madani.” Hisabuna 1, no. 1 (2020): 1–17.















