http://ejournal.stainh.ac.id/index.php/qudwah/issue/feedAl-Qudwah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam2024-12-17T13:35:08+00:00Fathor Rosifathorrosy1991stainh@gmail.comOpen Journal SystemsAl-Qudwah : Journal of Islamic Broadcasting and Communication http://ejournal.stainh.ac.id/index.php/qudwah/article/view/144Representasi Dakwah Sufistik dalam Buku "Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya" (Tinjauan Pustaka Karya Rusdi Mathari)2024-09-03T16:56:47+00:00Fitriatul Hasanahfitriatulhasanah20@alqolam.ac.id<p>Abstrak</p> <p>Tujuan artikel penelitian ini untuk menjelaskan representasi dakwah sufistik dalam buku Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya karya Rusdi Mathari kepada para pembaca. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library Research). Data berupa kalimat percakapan Cak Dlahom dan kawan-kawan yang bersumber dari buku Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, serta didukung dengan karya Rusdi Mathari yang lain sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam buku tersebut mengandung dakwah tasawuf yang ditampilkan dalam dialog kehidupan sehari-hari Cak Dlahom dan kawan-kawan yang meliputi mengingat Allah, taubat, qonaah, menjaga dari sifat sombong, peduli, menyendiri dan diam, tawakal, ikhlas, memerangi nafsu, membersihkan hati dan takwa. Selain itu, dakwah tasawuf yang dipresentasikan dalam dialog buku Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya bisa memberikan kemanfaatan, renungan hidup dan wawasan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari baik untuk individu maupun masyarakat umum.</p> <p>Kata Kunci: Representasi, Tasawuf, Studi Kepustakaan, Rusdi Mathari</p> <p> </p> <p> </p>2024-09-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Fitriatul Hasanahhttp://ejournal.stainh.ac.id/index.php/qudwah/article/view/145Strategi Literasi Dakwah Digital di Era Media Sosial Tik Tok : Tantangan dan Peluang 2024-12-17T13:00:07+00:00M. Nashoihul Ibadnashoihulibad@uiidalwa.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap komunikasi, termasuk penyebaran dakwah Islam. Sebagai salah satu platform media sosial dengan pertumbuhan tercepat di dunia, TikTok memiliki potensi besar untuk menyebarkan pesan Dawa kepada khalayak yang lebih luas, khususnya generasi muda. Namun keberhasilan dakwah di TikTok tidak lepas dari literasi digital para dai. Literasi digital penting untuk mengatasi beberapa tantangan baru, termasuk penyebaran konten negatif, misinformasi, dan disinformasi yang dapat merusak citra Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi literasi digital yang efektif bagi para dakwah yang menggunakan TikTok sebagai media dakwah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi para konten kreator di TikTok, termasuk cara mengelola konten, membangun narasi yang kuat, dan berinteraksi dengan beragam audiens. Selain itu, penelitian ini mengkaji kemampuan platform dalam membantu TikTok menjangkau khalayak yang lebih luas dan beragam, serta fitur-fitur interaktif yang ditawarkan TikTok dalam menyebarkan dakwah, termasuk fitur-fitur interaktif yang digunakan untuk menyempurnakan pesan dakwah juga sedang menyelidiki peluang untuk melakukan hal tersebut. Hasil menunjukkan bahwa strategi literasi digital yang komprehensif, termasuk pemahaman algoritma TikTok, kreativitas dalam pembuatan konten, dan keterampilan interaksi audiens, akan memastikan efektivitas dakwah dalam meningkatkan platform ini terbukti sangat penting. Dengan teknik dalam konten yang memadai, para konten kreator dapat memanfaatkan potensi penuh TikTok untuk menyampaikan pesan-pesan Islam yang damai, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Literasi Digital, Media Sosial, Tik - Tok</p>2024-09-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 M. Nashoihul Ibadhttp://ejournal.stainh.ac.id/index.php/qudwah/article/view/89Dakwah Dengan Pendekatan Kearifan Lokal Dalam Tradisi Pemesrahan Pernikahan Santri Pondok Pesantren Nurul Huda2024-12-17T13:35:08+00:00Siti Nur Faizahsfaizah780@gmail.comMuhammad Taufiqmuh.taufiqnh1505@gmail.com<p>Setiap kehadiran Agama di kehidupan masyarakat tidak untuk menjadi saingan budaya yang sudah berkembang, malahan menjadikan nilai – nilai budaya dengan kearifan lokal sebagai instrumen dakwah. Islam Kecintaan masyarakat muslim Indonesia diwujudkan dalam tradisi keagamaan yang biasanya dikenal dengan tradisi sholawat. Tradisi sholawat seperti upacara perkawinan. Begitu juga dengan kehadiran tradisi pemesrahan di Pondok Pesantren Nurul Huda Peleyan Kapongan Situbondo. Tradisi pemesrahan bisa juga dikatakan dengan upacara perkawinan yang mana di dalam tradisi pemesrahan ini terdapat santri Nurul Huda akan memasuki bahtera kehidupan yakni pernikahan. Tradisi pemesrahan adalah penyerah dari pondok pesantren mewakili pengasuh yang di kemablikan lagi kepada kedua orangtuanaya. Adapun tujuannya yaitu untuk mengetahui bagaimana dakwah dapat digabungkan dengan kearifan lokal dalam tradisi pemesrahan pernikahan santri Pondok Pesantren Nurul Huda. Metode kualitatif adalah metode yang dipakai dalam penelitiannya, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber datanya sebagai teknik analisis pembahasan yang menemukan hasil penelitian artikel ini. <em>pertama</em> tradisi pemesrahan dalam bahasa madura adalah penyerahan, sedangkan pengertian tradisi pemesrahan sendiri adalah mengembalikan santri kembali kepada orang tuanya dengan melalui beberapa rangkaian acara. <em>Kedua</em> yaitu cara pengasuh pondok pesnatren nurul huda al-banat dalam berdakwah dengan cara memperagakan lagsung yang diiringi dengan lantunan sholawat nabi ataupun syi’iran-syi’iran yang memang sudah dikarang oleh beliau.</p>2024-09-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Nor Faizah, Muhammad Taufiqhttp://ejournal.stainh.ac.id/index.php/qudwah/article/view/183Da'wah Strategy Through Ruqyah Aswaja2024-12-17T13:09:13+00:00Zainul Hasanrickyzenmaulana@gmail.comAchmad Nuranur.fikr83@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi dakwah melalui ruqyah aswaja di pondok pesantren Fatchul Huda berfokus menangani masalah orang-orang dengan gangguan kejiwaan, serta dampak atau hasil dari kegiatan dakwah yang dilakukan. Jenis penelitian ini tergolong kualitatif yaitu menggunakan metode pendekatan penelitian yang sumber datanya diperoleh melalui observasi, wawancara dari narasumber dan dijelaskan melalui kata-kata yang dapat dipahami. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Strategi dakwah melalui ruqyah aswaja di pondok pesantren Fatchul Huda menjadi solusi dalam mengatasi permasalah penyakit gangguan kejiwaan dengan metode pembersihan secara jasmani ataupun rohani, serta dilanjutkan pemulihan melalui terapi dakwah dengan kegiatan ibadah kepada Allah SWT melewati Sholat, zikir, doa dan membaca al-Qur’an sebagai proses dalam memulihkan jiwa mereka. Hasilnya bukan hanya kesadaran mereka pulih melainkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT ikut meningkat dan berbagi efek lain seperti munculnya rasa aman, sukur, sabar dan tanggung jawab.</p>2024-09-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 zainul_hasan Zainullah, Achmad Nur